Tuesday, May 15, 2007

[PUISI] : Maaf, aku.........

Maaf, aku memilih pergi
bukan karena berhenti mencintaimu
Atau tidak lagi mau peduli padamu
Aku fikir, daripada memarahimu
Yang telah menyakitiku
Lebih baik aku pergi
Mengobati luka ini sendiri
Agar besok, senyum ini bisa hadir kembali
untukmu
Hanya milikmu

[PUISI] : Bu, Tolong.........

Bu, tolong!
laki-laki itu muncul lagi
di sudut mataku, bergelayut di ekor mataku
tak mau beranjak pergi
meski kukedipkan mata ini berulang-ulang

Bu, tolong!
meski tak berkata-kata
ia tinggal dan mencibiriku, menghinaku
suruh dia pergi, Bu!
aku tak lagi tahan dengan caciannya

Bu, tolong!
kukunya yang panjang mulai merobek pipiku
dan kata-katanya yang tajam mengiris perasaanku
Bu, tolong panggil suamiku!
Biasanya dia menghilang saat suamiku pulang

Tiba-tiba, laki-laki di sudut mataku itu beranjak menjauh
Sewaktu terdengar langkah kaki suamiku pulang
kuberanikan diri menatapnya menjauh, untuk pertama kalinya
Hei! Mengapa ada lubang besar di punggungnya?
aku terhenyak, menatap sebongkah hati di genggamanku
Inikah yang selam ini dia tunggu?
Bongkahan hati ini kah yang dia cari?
Apakah aku yang merenggutnya sehingga punggungnya berlubang besar?

Hei! ambil hati ini
Tak aku tahu mengapa aku menyimpan bongkahan hatimu
Tiba-tiba laki-laki itu berbalik, dan menangis
"Tidakkah kau mengenalku, Mima?" teriaknya
Aku menatap nanar, kaukah itu masa lalu?
Oh, apa yang hendak kamu cari?
Cintaku? Pada siapa? Padamu?

Bu, tolong!
bawakan bongkahan hati ini
agar laki-laki itu beranjak pergi
dan bilang padanya
aku tak pernah mencintainya

[CERITA2] : Nu Life.........

Uaaaaaaah........
Lama meka' juga nda nulis2 di'?
2dApoINT meka' saja, sekarang Imas Umiati Yahya sudah berstatus Ny. Irawan Sudewa. Alhamdulillah, satu fase kehidupan lagi terlewati. Senang plus sedih berkolaborasi jadi satu. Senang karena sekarang sudah punya teman idup, teman bobo, teman cerita, teman bertengkar, hehehehee........ Sedih juga karena dengan menikah ini, kita jadi milik keluarga lain. Apayang prioritas itu untuk suami, meskipun Ayank nda nuntut ji dia menjadi prioritas, tapi sebage istri, harus meki' tau diri :)
Maunya cepat hamil, mudah2an cepat dikasih oleh Allah, SWT. Amin.
Untuk semua teman2ku yang belum merit, cepat2 meko find your soulmate.
Terima kasih untuk yang sudah mensupport kami, membantu pelaksanaan acara, dan mo susah payah datang ke tempat acara yang jauhnya naudzu billah. Much appreciated deh pokoknya.

Tuesday, March 20, 2007

[CERITA2] : Welcome Back........!


Selamat kembali ke pekerjaan :( :( :(
Itu artinya, bisa dapat gaji lagi :) :) :)
Ada berita buruk :
1. Patrie keguguran

Ada berita baik :
1. Patrie punya rumah baru (keguguran gara2 sibuk ngurus pindahan :()
2. Mia Hamil
3. Gajiku naik 200rb :)
4. Imas dilamar, Horraaaaaaaaaaayyyyy......... (untuk berita selengkapanya, silakan ikuti di .......... Ntar deh dikasih tau :) :) :)

Kerjaka' dulu nah, dilemparka' nanti lap-top sama Om Andrew. Kwakakakaakaaaaaaak......

Friday, March 02, 2007

[CERITA2] : Deadline..... *o*

Berita gembira :
1. Devi melahirkan
2. Yuyun hamil
3. Mak Chu' melahirkan
4. Ketx hamil
5. Hijri mo merit
6. Patrie hamil
7. Darma merit
8. Awing merit
9. Rita hamil

Saya???? Saya????? Apa???? Umur sudah 300 bulan, udah uzur, tapi belum ada tanda2 hamil, karena belum menikah :) Semoga dibukakan pintu jodohnya tahun ini. Amin. Amin.
Tapi paling tidak, berita gembira dari saya adalah, saya mau CUTI.
Horeeeeeeeee..........!

[CERITA2] : Cuti (*-*)v

Horaaaaay..............Horrayyyyyyyy.....!!!!!!!!!!!
Yippie...........Yuppieeeeee.........!!!!!!!!!!!!
Akhirnya, tiba juga hari ini, setelah saya menunggu semam satu tahun 1 minggu. C.U.T.I
Kata keramat itu akhirnya terucap juga dari bibirku ini. Oooohhhh.....sepertinya saya harus syukuran 7 hari 7 malam untuk merayakan bahwa akhirnya permohonan cutiku selama dua minggu ini dikabulkan :) yang pasti, akhirnya saya bisa lihat kota, bisa ketemu keluargaku, bisa tidur sampe iler membasahi tempat tidur, bisa baca komik sampe mataku juling, bisa nonton DVD sampe playerku berasap, bisa jalan keliling pasar, Mall, dan tempat-tempat belanja lainnya sampe otot betisku putus, bisa makan masakan mamakku yang enak sampe beratku bertambah....bertambah....dan bertambah....., bisa makan terang bulan sangir yang, "Mas, keju+coklat+kacang 12 potong yah :)", bisa ketemu teman2 sekolah dan kuliahku, bisa makan bakso sekenyang-kenyangnya di Losari, bisa makan pisang epe', bisa bikin blackforest, de-el-el...walopun, di atas semua kebahagiaan itu, saya tidak bisa ketemu cowokku. Uaaaaaaaa'....... uwaaaaaaaa'..............oeeeeeeee'.....oeeeeeeeeeeee'.......
CUTI......CUTI......CUTI........
Mari kita pulang dan menghabiskan yang telah terkumpul selama ini, hehehhee......

Friday, February 16, 2007

[PUISI] : Maaf, aku.........



Maaf, Sayang
Aku berbohong pagi kemarin
Tentang sebuah pesan singkat yang menanyakan kabarku
Yang aku katakan dari seorang teman lama
Yang benar dia adalah kekasih dulu
Yang aku tinggalkan dengan ucapan,
“Maaf, aku menginginkan seseorang yang dekat di sisiku
Bukan kau yang jauh di mata, juga telah jauh di hati”

Maaf, Sayang
Aku juga membohongimu siang kemarin
Saat sebuah pesan singkat kembali masuk
Dari dia yang sama
Menginginkan aku menemuinya
Berbagi cerita di saat makan siang di tempat yang biasa
Dan aku menyanggupi bertemu
Entah karena penasaran
Atau ada rindu
Ataukah jejak cinta itu masih ada?
Entahlah
Yang pasti aku membohongimu dengan ucapan,
“Sayang, aku mau menemani Ibu ke rumah kerabat”

Maaf, Suamiku
Sepanjang sore aku berbohong padamu
Sekelilingku serasa mati saat bertemu dengannya
Aku begitu menikmati setiap waktu bersamanya
Heran mengapa aku takut waktu beranjak petang
Dan mengharuskanku pulang ke rumah kita
Ke cintamu

Suamiku…….
Aku begitu bahagia sore ini
Bertemu dia yang telah berlalu sekian tahun di belakang
Menikmati percakapan-percakapan tentang diriku,
Tentang dirinya
Tentang kami
Dan mimpi-mimpi yang telah terkubur dalam

Waktu berputar ke belakang di sekeliling kami, Suamiku
Tidak ada yang berubah
Dan aku terkejut
Saat mendapati diriku berdoa
Agar waktu tidak cepat beranjak malam
Dan berpisah dengannya

Maaf, Suamiku
Aku berbohong malam kemarin
Saat kau bertanya,
“Sudah larut, mengapa belum pulang?”
Yang aku jawab,
“Sebentar lagi, Sayang. Aku shalat Isya di tempat kerabat”

Akhirnya, aku pamit kepadanya
Saat para hamba berhamburan keluar dari masjid sebelah
Seusai Isya malam kemarin
Tak aku biarkan dia menyalamiku
Seolah aku menginginkan ada pertemuan lagi
Tapi sesungguhnya, saat itu aku teringat padamu, Suamiku
“Kau milikku, Mima. Cuma untukku,” ucapmu suatu waktu
Dan aku tak lagi membiarkan laki-laki manapun menyentuhku
Meski itu adalah sebuah salam
Aku memang milikmu, tapi entahlah hatiku
Setidaknya saat itu

Aku beranjak pulang
Di tengah hujan
Di tengah gemuruh hatiku
Di tengah kebimbangan yang tiba-tiba merajaiku
Jiwaku membeku
Dan aku seolah tuli

Aku masih tetap juga bungkam
Saat kau mengundangku memasuki duniamu malam ini, Suamiku
Entah mengapa aku risau
Ataukah aku takut meneriakkan namanya
Saat aku tengah di ujung nikmat
Hanya karena dia memenuhi setiap sel otakku hari ini?

[PUISI] Maafkan

Maafkan, aku selingkuh sore ini sayang
Memunculkan kembali potongan-potongan nama
Yang pernah membuatku melambung tinggi
Walaupun pada akhirnya menghempaskan aku begitu hebat
Dengan luka yang tak akan hilang oleh waktu
Karena janji yang membuatku percaya

Maafkan, aku masih saja berselingkuh darimu
Dengan dia yang telah jadi miliknya
Dengan dia yang pernah membuatku tanpa tawa
Meski aku tak juga menangis
Menciptakan kebekuan yang lama
Seolah tanpa ujung
Meski memiliki pangkal yang indah

Maafkan, aku tinggal di lingkaran perselingkuhan ini
Menikmati waktu-waktu lampau
Yang telah menjadikan separuh diriku mati
Melupakan tentangmu
Dan menikmati cinta yang telah mati
Lewat lembaran-lembaran basi yang pernah dia beri untukku

Tiba-tiba aku tersadar
Seolah aku terbangun
Ah..........mengapa aku masih meminta waktu untuk diputar kembali?
Sementara dia adlah duka yang membuatku tak akan pernah bisa tertawa
Sementara kau adalah matahari
Yang tidak hanya menghangatkanku, mencerahkan hariku,
Tapi juga membuatku juga kembali bercahaya

Ah, memang
Seandainya saja
Waktu dapat diputar kembali
Aku menginginkanmu yang membuka pintu kedewasaanku
Dengan kesederhanaanmu
Dan sifat rendah hatimu

Aku tahu
Aku mencintaimu
Dan memilihmu
Adalah benar, paling tidak
Itu jauh lebih baik
Daripada aku menikahi kesombongan yang tidak bernyali
Huh! Fuck!

Wednesday, January 24, 2007

[CURHAT] : Hari Ini .........

Hari ini, teringat setahun yang lalu
Saat kau berdiri di pintu rumahku, dan bilang, "Jangan pergi jauh, Mima. Tinggal saja di sini, di hatiku"
Aku terdiam lama, menyimpan ragu
"Kau tidak pernah sanggup membuat hatiku mencinta," jawabku dalam hati
"Ya, tentu saja. jangan khawatir," seruku mantap
Dan kau pun pergi, dan berjanji akan datang lagi secepatnya, diiringi tanyaku untuk Sang Khalik,
"Yaa Allah, mengapa dia?"
Dan cerita pun bergulir.........
Hingga suatu waktu, beberapa ratus hari ke depan
"Aku mau pergi, Mima. Ada dia yang sanggup membuat kekosongan yang kau cipta di antara kita terisi oleh kehangatan ketulusannya," ucapmu
Aku hanya bisa terdiam, berucap dalam hati
"Pergilah, sebab ikatan di antara kita, tidak akan bisa membuatku menikmati senyum dari RUMAHkoe, pemilik hatiku sesungguhnya"
Aku terisak pelan, membuatmu membelai tanganku, dan berucap,
"Jangan menangis, Mima. Cinta tak harus selalu memiliki. Lupakanlah aku"
Aku memang tidak pernah mengingatmu, karena setiap inchi hatiku dipenuhi oleh senyum, tawa, cerita, dan semua tentang RUMAHkoe, si pemilik hatiku. Tidakkah kau mampu rasa????
"Aku mengerti, Sia***. Pergilah, kau pasti bahagia," kataku pelan
Dan kau pun beranjak menjauh. Aku tersenyum. Kau adalah duri di tengah cinta yang aku miliki diam-diam untuk RUMAHkoe.
Hari ini, yah...hari ini
Seperti biasa, RUMAHkoe datang menyapa
Waktu berputar cepat, tiba waktunya aku harus pamit
Kucium RUMAHkoe, sedikit di pipinya, lalu beranjak pergi
"Jangan pergi jauh, Mima. Tinggal saja di sini, di hatiku"
Aku menoleh, menggigil walau pagi tak lagi penuh embun dan kabut
Aku tidak tau harus menjawab apa
Cuma bisa menelan ludah yang tiba2 terasa pahit
Yaa Allah, semoga ini bukan pertanda