Monday, January 22, 2007
Wednesday, January 17, 2007
[CERITA2] : Hari Ini.........
Posted by
iMAs
1 comments
Friday, January 12, 2007
CURHAT : Miiiii, Bantu Gueeeee........!
Mima : "Dan loe ML sama keduanya??????'
Mima : "Aduh, Noooot. Loe tu bego banget seeh........Loe tu gila tau ngga!" jawabku hopeless.
Mima : "Bodo!"
Mima : "Karena?"
Mima : "trus?"
Mima : "And then?"
Mima : "Gelo!" Dan loe ML juga ma Neo?"
Mima : "Abis deh loe!"
Ninot : "So????"
Mima : "So apaan?"
Mima : "Sori, gw bukan ga mau nolongin loe, tapi gw asli mumet denger cerita loe. Ga bijaksana kalo gw nyuruh loe aborsi, so, mending loe pulang deh daripada gw marain loe abis2an)
Mima : "Pleaseeeee.........Gw jg bingung neeh. kasi gw waktu untuk mikir, ntar sore gw jemput loe," bujukku
Posted by
iMAs
1 comments
PUISI : Aku Malu
Aku malu
Pada malam
Yang selalu mengingatkanku pada shalat
namun seringkali kuabaikan
Aku malu
Pada pagi
Yang selalu mengajakku berhamdalah
Yang tidak jarang kuacuhkan
Aku malu
Pada malam
Yang mengajakku berdiskusi
Tentang hari yang baru saja lewat
Tanpa sujud, tanpa syukur, tanpa tafakkur
Posted by
iMAs
0
comments
CURHAT : RUMAHkoe
ke rumah
RUMAH adalah tempat yang paling nyaman di muka bumi ini
Meskipun kadang rumahku panas karena amarah
Atau terlampau dingin karena kebencian
Rumahku tidak terlalu megah atau bertingkat
Namun sangat lapang
Tanpa sekat atau partisi
Sehingga semua sudut dapat terlihat
lapang karena maaf
Dan juga pengertian yang begitu besar
RUMAHku memang belum sepenuhnya milikku
Aku berharap bahwa cinta, sayang, dan kepercayaan yang aku punya
Sudah mampu membuatku memiliki rumah itu
Sesegera mungkin
Rumahku indah dan nyaman
Dan indah
Dan membuat bahagia itu bukan mimpi
Rumahku itu kecil, tapi lapang
RUMAHku itu kau bawa
RUMAHku adalah hatimu
Di hatimulah aku ingin tinggal, menghabiskan hidup
Di hatimu, dan untukmu

Posted by
iMAs
0
comments
Thursday, January 04, 2007
CINTA DALAM SEPOTONG AMARAH
Betulkah ada cinta dalam sepotong amarah?
Setelah kau menamparku
Setelah kau melayangkan tinjumu ke wajahku
Setelah dadaku terasa remuk karena hentakan kakimu tepat diantara kedua payudaraku
Setelah darah mengalir dari bibirku yang pecah
Dan kepalaku yang pening karena kau benturkan ke tembok
Apakah itu tanda cintamu?
Setelah jahitan yang membujur laksana garis penghubung bujur Utara dan Selatan di batok kepalaku
Setelah gigi-gigiku yang tanggal satu demi satu
Dan langkah-langkahku yang kian tertatih menahan perih
Apakah itu perwujudan cintamu?
Dan setelah tikaman itu mengiris-iris jantungku
Seperti kata-katamu yang meniris hatiku
Dan darah pun mengalir
Tiba-tiba kau berlari dan memelukku
Seperti saat pertama kau mau memasuki duniaku, di malam pertama kita
Kau memelukku begitu erat
Sampai aku terasa sulit bernafas
Dan aku tersenyum
Aku tahu kau mencintaiku
Hari ini aku tidak lagi merasakan semua sakit itu
Kau pun tidak lagi meneriakiku dan atau memukulku
Kau bungkam, diam, dan sedih
Tiba-tiba kau menangis dengan suara yang besar
Dan dengan bulir-bulir air mata yang besar
Aku begitu sedih, aku ingin memelukmu
Mencium wangi rambutmu
Atau bau keringatmu yang khas laki-laki
Tapi aku tidak bisa lagi, suamiku
Meskipun aku mencintaimu
Dan tau kalau kau mencintaiku
Mataku terasa perih
Air mata ini sudah membuncah-buncah hendak keluar
Dan juga karena tanah itu perlahan-lahan mereka uruk di atasku
Mengenai mataku
Beberapa orang nampak menghalangimu menghambur untuk memelukku kembali
Hai! Mengapa kau menghalangi suamiku menunjukkan cintanya dengan memelukku??????
Dan sayup terdengar suara-suara mengaji itu
Serta papan yang diatur menutupi tubuhku
Air mataku pun mengalir sampai jauh
bersama dengan dunia yang kulihat semakin gelap
Aku masih mendengarmu menangis, Suamiku
Dan aku tahu kau mencintaiku, Suamiku
Dan aku tahu selalu ada cinta untukku
Meski dalam amarahmu
Dan aku sangat menyesal
Tidak lagi bisa merasakan cintamu
Meski cinta itu ada dalam sepotong amarah
Aku mencintaimu
Aku tahu kamu tahu itu
Tapi, biarlah kita tunda dulu cinta ini
Ucapkan selamat jalan untukku, Suamiku
Jangan khawatir
Aku tidak pernah membencimu
Dan aku selalu tahu
Selalu ada cinta untukku
Meski dalam amarahmu
Posted by
iMAs
0
comments
HAPPY NEW YEAR 2007!
Posted by
iMAs
3
comments
Thursday, December 14, 2006
CERPEN : Moro
Pukul 19.00 WITA. December 2004. Zenith Resto.
Posted by
iMAs
0
comments
Monday, December 11, 2006
CERPEN : Rayya & Aura
Crazy……I’m crazy for feeling so lonely
And crazy……
Crazy for feeling so……….
Ponselku bunyi. Bergegas aku meraihnya dan senyum-senyum sendiri. Pukul 04.55 subuh waktu Balikpapan dan suamiku sudah menelfon.
“Assalamu alaikum, Aura-ku”
“Waalaikum salam, Rayya-ku”
“Kapan balik?” tanyanya
“Tiga hari lagi. Kenapa, sayang? Subuh-subuh telfon bukannya tanya aku udah shalat apa belum, eh…malah nanya kapan baliknya,” candaku
“Emang ga boleh?”
Upppssss…………..
“Boleh kok, sayang. Tapi Rayya kan tau kalo aku baru balik tanggal 15 nanti. Tiga hari lagi, sayang,” bujukku
“BT tau ngga. Apa-apa sendiri, yang paling BT karena harus tidur sendiri, but it’s okey lah, asal jangan sering-sering aja kaya gini,”
“Iya……iya……Udah shalat belum?” tanyaku
“Belum,” jawabnya pendek
Otakku berfikir keras. Ngga biasanya Rayya-ku bersikap seperti ini. Ini bukan pertama kalinya aku berpisah jauh dengan dia, meski aku akui kali ini yang terlama. Sepuluh hari aku harus pisah dengan dia karena projek yang aku tangani kali ini jauh dari tempat tinggalku, Makassar. Baru kali ini aku kerja projek samapai ke luar pulau.
“Kenapa, sayang? Lagi sakit?”
“Ya”
“Sakit apa? Kapan mulainya? Udah minum obat?” tanyaku panik
“Sakit jiwa, obatnya jauh”
“Sakit jiwa?”
“Kangen tau! It’s been a week, Aura!”
“Hahahahaaaaa………Suamiku…Suamiku…….Love you, honey!”
Setelah 4 tahun menikah, setelah Dzaki dan Dhawy keluar dari rahimku, setelah total 8 tahun kebersamaan jika dihitung masa pacaran, laki-laki yang keras kepala dan (sedikit) egois ini baru saja mengatakan satu kata yang (sepertinya) belum pernah keluar dari bibirnya. Sedikit aneh dan……..
“Emangnya ga boleh apa kangen sama istri sendiri?”
“Oh, boleh dong sayang. Boleh banget. Harus malah. Cuma, maaf, kedengaran aneh aja, hehehee………Kamu jaraaaaang banget ngomong kangen ke aku,” jawabku
“Ya….yaaa gitu deh. Makanya cepat pulang. Obatnya itu kamu,”
“Iya, Insya Allah 3 hari lagi kan ketemu. Shalat dulu, sayang yah. 10 menit lagi aku telfon balik deh” bujukku
“Emmm……jangan 10 menit. Ngga cukup waktunya. 20 menit lagi deh,” tawarnya
“Dua puluh menit? Okay deh, bagus juga ditambahin shalat sunnat”
“Ngga, bukan buat shalat sunnat, aku mau junub dulu,” jawabnya
“Hah???? J U N U B? Kamu habis…………,” tanyaku ragu. Setelah seminggu ditinggal jauh, apa suamiku ngga bias nahan keinginannya dan mencari……
“Eh, Oon! Jangan mikir macem-macem deh. Dosa tau!”
“Terus, harus pake junub karena apa? Onani?” tanyaku
“Bodoh! Ngapain aku onani? Kaya ngga ada kerjaan lain aja?”
“Terus…….????”
“Kamu pasti ngga percaya,” pancingnya
“Apa?”
“I just got wet-dream,” jelasnya, malu-malu
“W H A T, honey? Wet dream? Huahahahahaaaaaa……..” aku ngga kuasa membendung tawaku. Gila! AKu ngga kebayang, suamiku yang umurnya dah 35 ini masih mimpi basah?
“Yah, emang ngga boleh? Siapa suruh kamu ngga ada. Pastilah aku kangen. 4 tahun menikah, paling lama aku pisah dengan kamu Cuma 3 hari. Ini, hari ke-8, siapa yang ngga blingsatan? C’mon, honey. Ini rutinitas, ngga ketemu yaaa pasti nyari lah,”
“Heheheee……..excited ngga?”
“Hehehehe……..” Rayya cuman tertawa, misterius
“Excited ngga?” tanyaku penasaran
“Yaa…..gimana yah?” jawabnya menngantung. Aku BT
“Sama siapa?”
“Apanya?” tanyanya pura-pura bego
“Sparing partnernya lah,” jawabku
“Oh, itu. Ngga tau. Mukanya ngga keliatan. Keliatan sih, tapi samar-samar gitu. Soalnya aku fokusnya ngga ke situ, hehehe……” jelasnya
“Ah, tau deh. Kalo gini aku cepat-cepat pulang aja ah,”
“Kamu juga pasti kangen aku kan?” tanyanya
“Yeee……..siapa bilang? Aku kangen ma anak-anak lah,” jawabku ngga mau kalah
“Iya deh……..Iya deh…..tapi cepat pulang ya, sayang. Manchester United banget gitu lho, “ bujuknya
Manchester United, MU, istilah kami sebagai plesetan dari Miss U, hehehehe….
“Ya. Udah ya telfonnya? Mandi dulu trus shalat. Ntar keburu abis waktunya,”
“Okah, honey. See u later,”
“Mmmmmmuach…….Assalamu alaikum,” pamitku
“Mmmmmmuach…….Mmmmmuach…….Waalaikum salam,” jawabnya
Hah! Aku juga kangen banget. Tidak terasa sudah 8 hari berpisah jauh. Esensinya pasti bukan pada hubungan badaniah, tapi kekosongan jiwa, tau bahwa pasangan kita tidak ada di dekat kita, secara ragawi, bisa saja menimbulkan perasaan janggal tersendiri.
Rutinitas-rutinitas yang berjalan sekian waktu menjadikan otomatisasi tersendiri bagi jiwa dan raga dalam menjalani keseharian. Mulai dari bangun tidur dengan diawali dengan kecupan-kecupan hangat dan mesra, shalat berjamaah, sarapan, berangkat ke kantor, keluar makan siang, pulang kantor, makan malam, berangkat tidur, bercinta, dan seterusnya.
Ah, aku kangen Rayya. Mungkin memang dia bukan laki-laki romantis, tapi yang pasti dia sangat care. Love My Rayya.
* * *
Pukul 17.00, Bandara Hasanuddin Makassar.
Senang sekali rasanya aku bias kembali ke tengah-tengah keluarga. Di pintu kedatangan aku menangkap sosok suamiku, si sulung Dzaki dan Dhawy dalam gendongan bapaknya.
Bergegas kuhampiri mereka, mengecup kening ketiga laki-laki yang sangat aku cintai itu kemudian menuju ke mobil dan beranjak pulang.
“Ngga ada makanan di rumah, Aura. Makan di luar aja yuk” kata suamiku
“Iya, boleh lah. Aku juga lapar nih,” jawabku
Lalu kami menuju ke salah satu mall di pusat kota untuk menyambangi resto fast food favorit kami sekeluarga.
* * *
Pukul 21.30, di rumah, kamar tidur kami.
“Capek banget ya, sayang?” tanya suamiku sambil memelukku mesra
“Ngga juga. Memangnya kenapa?” godaku
“Heheheeee………”
“Huahahaha…….Iya deh,”
“Tapi, maaf kalo duluan game over sebelum kamu. Maklum, lama ngga…..”
“Iya, sayang. Aku ngerti,” kataku, “tapi, aku ke toilet dulu yah. Ngga tau nih kenapa tiba-tiba mules,” lanjutku.
Sebenarnya sebel juga kenapa sakit perut menyerang pada momen-momen seperti ini. Ngga biasanya. Padahal sudah terbayang kehangatan tubuh suamiku dan lembut belaiannya. Apalagi aku kan jablai stelah 10 hari pisah dengan dia.
Bergegas aku ke kamar mandi. Melorotkan (maaf) CD lalu duduk di kloset. Tiba-tiba mataku terpaku pada satu hal. OMG PDA, Oh, my God! Please dong ah…!
Aku keluar dari kamar mandi dengan senyum-senyum. Suamiku pun senyum-senyum. Tangannya terbuka lebar dan aku pun langsung menghambur ke pelukannya. Tanpa basa-basi dia menghujani wajah dan bibirku dengan ciuman-ciuman hangat yang menggelora. Setelah beberapa saat, aku membebaskan bibirku dari bibirnya, sambil senyum-senyum dan mengatur nafas, aku bilang,
“Sayang, maaf. Aku haid,” kataku
“Oh……..?^!(^$!&$!%*#%*%#(!@$_” balasnya
Suamiku langsung memelukku erat. Meletakkan kepalanya di bahuku, dan berkata lirih,
“Puasaku berlanjut 7 hari lagi ya?”
Heheheeheheeeeeee……………….
Posted by
iMAs
0
comments